Generasi Milenial dan Upaya Merawat Persatuan Melalui Medsos

Posted by Efriyands Rabu, 26 Juni 2024 0 komentar

Generasi Milenial dan Upaya Merawat Persatuan Melalui Medsos

 Oleh Efriyandi

Komunitas Ruang Kosong, Pemerhati Sosial

Generasi milenial merupakan generasi pemuda di era globalisasi mereka hidup pada perkembangan teknologi dan informasi yang begitu cepat. Sebagai kaum pemuda, generasi milenial merupakan asset bangsa yang sangat berharga dalam menjaga persatuan dalam perdamaian suatu bangsa. Mereka menjadi harapan dan tumpuan para generasi terdahulu dalam kemajuan untuk membangun peradaban yang lebih baik di masa yang akan datang.

Generasi milenial menjadi sangat sering di perbincangkan belakang ini, karena mereka yang disebut generasi y ini berbeda dengan yang sebelumnya. Generasi milineal, menurut Time Magazine merupakan generasi kelahiran 1980-2000 (Yoris Sebastian, 2016), berarti saat ini milenial berusia 17 hingga 37 tahun. Menurut Bappenas (2015) milenial di indonesia adalah 84 juta orang, sementara jumlah penduduk mencapai 255 juta penduduk. Artinya berdasarkan data tersebut 33% jumlah penduduk Indonesia adalah milenial.

Era globalisasi, kehadirannya menimbulkan berbagai dampak yang cukup signifikan bagi masyarakat dunia khususnya indonesia. Salah satu dampaknya yaitu memberikan kemudahan dalam berkomunikasi dan memperoleh informasi di tengah masyarakat. Seperti, Media Sosial (medsos) yang merupakan produk yang dihasilkan oleh kemajuan teknologi informasi dan komunikasi (TIK). Generasi milenial yang lahir di era digital, sangatlah akrab dengan smartphone dan media sosial yang sudah menjadi bagian dari keseharian mereka.

Dalam laporan Tetra Pak Index (2017) mengungkap bahwa ada sekitar 132 juta pengguna internet di Indonesia dan ada lebih dari 106 juta orang Indonesia menggunakan media sosial tiap bulannya. Di mana 85% di antaranya mengakses sosial media melalui perangkat seluler. Dalam hal ini, Gabrielle Angriani mengungkapkan bahwa pengguna internet di Indonesia didominasi oleh generasi millennial dan generasi Z. Berdasarkan hasil riset Alvara Research Center (2016) bahwa generasi milenial Indonesia menghabiskan waktu lebih dari 7 jam sehari untuk berselancar di sosial media dan internet. Ini menunjukkan rata-rata Konsumsi internet mereka sangat tinggi. Dibandingkan dengan generasi X yang mengakses internet rata-rata 3-4 jam sehari. 

Kehadiran medsos memang telah menjelma menjadi kekuatan luar biasa dalam hubungan antarsesama manusia. Dengan hadirnya medsos generasi ini tidak perlu betatap muka secara langsung dengan yang lain untuk berkomunikasi. Bahkan, kini telah hadir fitur video call pada hampir setiap jenis medsos. Pendek kata, medsos mampu menembus sekat – sekat batas geografis dari berbagai belahan dunia manapun asalkan ada jaringan sinya dan akses internet yang memadai. Medsos pun mempunyai potensi  super cepat dalam memproduksi dan desiminasi informasinya. Bahkan, hanya satu kali klik, secepat kilat informasi medsos mampu menjalar hingga ke seluruh belahan dunia ini.

Dengan keunggulan demikian generasi milenial yang akrab dengan medsos seharusnya menjadikan medsos sebagai peranan untuk menjaga persatuan dan kesatuan bangsa ini dalam bingkai perdamaian sekaligus menjaga dan merawatnya. Meskipun demikian, ibaratkan dua sisi koin logam medsos kadangkala dapat berpotensi sebagai perusak tatanan persatuan bangsa yang sudah lama berdiri, karena ulah seorang oknum tertentu dalam menyebarkan informasi negatif di media sosial.

Tumpah ruahnya informasi hoax atau berita bohong yang menyebar di medsos, bisa membuat pengguna medsos terprovokasi khususnya para generasi milenial. Belum lagi, hasutan, fitnah, adu domba dan ujaran kebencian sangat mengancam bagi keselamatan persatuan dan perdamaian yang sudah berdiri kokoh. Bahkan, konten – konten medsos seperti ini yang menyebabkan disharmini sosial di negeri ini.   

Oleh karena itu, sebagai pemuda (generasi milenial)  sudah saatnya menjadikan medsos sebagai sarana untuk menjalin rasa persatuan (persaudaraan) bukan malah merusaknya. Caranya ialah memanfaatkan medsos sebagai sarana untuk menjaga persatuan dan kesatuan di negeri ini, serta menggunakan medsos secara bijak. Konten-konten medsos yang berkaitan dengan berita hoax, ujaran kebencian dan adu domba haruslah dihindari. Sebagai generasi milenial yang aktif berselancar di media sosial dan internet harus bisa memilah serta memilih informasi yang benar.

Dalam penggunaan medsos, generasi milenial harus membuat dan menyebarkan konten-konten yang bermuatan nilai positif tanpa melanggar ketenuan agama dan ketentuan peraturan perundang-undangan dan pemerintah juga perlu meningkatkan upaya mengedukasi generasi milenial untuk membangun literasi penggunaan medsos dan membangun kesadaran serta tanggung jawab dalam mewujudkan masyarakat madani.   

Dalam hal ini, dapat disimpulkan bahwa medsos dapat berfungsi sebagai penguat persatuan manakala masyarakatnya bijak menggunakannya. Sebagai generasi milenial yang merupakan bagian dari masyarakat harus bisa menjadi kontrol dan filter informasi yang beredar. Bila ada oknum yang menebar konten/informasi berbahaya di medsos, harus segera dilaporkan. Pada akhirnya, perlu adanya sinergi antara pemerintah serta masyarakat dalam menjaga serta merawat persatuan dalam negeri ini.


*Tulisan tersebut telah dipublikasikan oleh Tribun Sumsel 





TERIMA KASIH ATAS KUNJUNGAN SAUDARA
Judul: Generasi Milenial dan Upaya Merawat Persatuan Melalui Medsos
Ditulis oleh Efriyands
Rating Blog 5 dari 5
Semoga artikel ini bermanfaat bagi saudara. Jika ingin mengutip, baik itu sebagian atau keseluruhan dari isi artikel ini harap menyertakan link dofollow ke https://eefyu-myblog.blogspot.com/2024/06/generasi-milenial-dan-upaya-merawat.html. Terima kasih sudah singgah membaca artikel ini.

0 komentar:

Posting Komentar

Trik SEO Terbaru support Online Shop Baju Wanita - Original design by Bamz | Copyright of efriyand's blogs.