Generasi Milenial dan Upaya Merawat Persatuan Melalui Medsos
Generasi Milenial dan Upaya Merawat Persatuan Melalui Medsos
Oleh Efriyandi
Komunitas Ruang Kosong, Pemerhati Sosial
Generasi milenial merupakan generasi
pemuda di era globalisasi mereka hidup pada perkembangan teknologi dan
informasi yang begitu cepat. Sebagai kaum pemuda, generasi milenial merupakan
asset bangsa yang sangat berharga dalam menjaga persatuan dalam perdamaian
suatu bangsa. Mereka menjadi harapan dan tumpuan para generasi terdahulu dalam kemajuan
untuk membangun peradaban yang lebih baik di masa yang akan datang.
Generasi milenial menjadi sangat sering
di perbincangkan belakang ini, karena mereka yang disebut generasi y ini
berbeda dengan yang sebelumnya. Generasi milineal, menurut Time Magazine merupakan
generasi kelahiran 1980-2000 (Yoris Sebastian, 2016), berarti saat ini milenial
berusia 17 hingga 37 tahun. Menurut Bappenas (2015) milenial di indonesia
adalah 84 juta orang, sementara jumlah penduduk mencapai 255 juta penduduk.
Artinya berdasarkan data tersebut 33% jumlah penduduk Indonesia adalah milenial.
Era globalisasi,
kehadirannya menimbulkan berbagai dampak yang cukup signifikan bagi masyarakat
dunia khususnya indonesia. Salah satu dampaknya yaitu memberikan kemudahan
dalam berkomunikasi dan memperoleh informasi di tengah masyarakat. Seperti,
Media Sosial (medsos) yang merupakan produk yang dihasilkan oleh kemajuan
teknologi informasi dan komunikasi (TIK). Generasi milenial yang lahir di era
digital, sangatlah akrab dengan smartphone dan media sosial yang sudah menjadi
bagian dari keseharian mereka.
Dalam laporan Tetra Pak
Index (2017) mengungkap bahwa ada sekitar 132 juta pengguna internet di
Indonesia dan ada lebih dari 106 juta orang Indonesia menggunakan media sosial
tiap bulannya. Di mana 85% di antaranya mengakses sosial media melalui
perangkat seluler. Dalam hal ini, Gabrielle Angriani mengungkapkan bahwa pengguna
internet di Indonesia didominasi oleh generasi millennial dan generasi Z. Berdasarkan
hasil riset Alvara Research Center (2016) bahwa generasi milenial Indonesia
menghabiskan waktu lebih dari 7 jam sehari untuk berselancar di sosial media
dan internet. Ini menunjukkan rata-rata Konsumsi internet mereka sangat tinggi.
Dibandingkan dengan generasi X yang mengakses internet rata-rata 3-4 jam
sehari.
Kehadiran medsos memang
telah menjelma menjadi kekuatan luar biasa dalam hubungan antarsesama manusia. Dengan
hadirnya medsos generasi ini tidak perlu betatap muka secara langsung dengan
yang lain untuk berkomunikasi. Bahkan, kini telah hadir fitur video call
pada hampir setiap jenis medsos. Pendek kata, medsos mampu menembus sekat –
sekat batas geografis dari berbagai belahan dunia manapun asalkan ada jaringan
sinya dan akses internet yang memadai. Medsos pun mempunyai potensi super cepat dalam memproduksi dan desiminasi
informasinya. Bahkan, hanya satu kali klik, secepat kilat informasi medsos
mampu menjalar hingga ke seluruh belahan dunia ini.
Dengan keunggulan
demikian generasi milenial yang akrab dengan medsos seharusnya menjadikan
medsos sebagai peranan untuk menjaga persatuan dan kesatuan bangsa ini dalam
bingkai perdamaian sekaligus menjaga dan merawatnya. Meskipun demikian, ibaratkan
dua sisi koin logam medsos kadangkala dapat berpotensi sebagai perusak tatanan
persatuan bangsa yang sudah lama berdiri, karena ulah seorang oknum tertentu
dalam menyebarkan informasi negatif di media sosial.
Tumpah ruahnya informasi
hoax atau berita bohong yang menyebar di medsos, bisa membuat pengguna medsos
terprovokasi khususnya para generasi milenial. Belum lagi, hasutan, fitnah, adu
domba dan ujaran kebencian sangat mengancam bagi keselamatan persatuan dan perdamaian
yang sudah berdiri kokoh. Bahkan, konten – konten medsos seperti ini yang menyebabkan
disharmini sosial di negeri ini.
Oleh karena itu, sebagai pemuda (generasi
milenial) sudah saatnya menjadikan
medsos sebagai sarana untuk menjalin rasa persatuan (persaudaraan) bukan malah
merusaknya. Caranya ialah memanfaatkan medsos sebagai sarana untuk menjaga
persatuan dan kesatuan di negeri ini, serta menggunakan medsos secara bijak.
Konten-konten medsos yang berkaitan dengan berita hoax, ujaran kebencian
dan adu domba haruslah dihindari. Sebagai generasi milenial yang aktif berselancar di media sosial dan internet harus
bisa memilah serta memilih informasi yang benar.
Dalam penggunaan medsos,
generasi milenial harus membuat dan menyebarkan konten-konten yang bermuatan
nilai positif tanpa melanggar ketenuan agama dan ketentuan peraturan
perundang-undangan dan pemerintah juga perlu meningkatkan upaya mengedukasi generasi
milenial untuk membangun literasi penggunaan medsos dan membangun kesadaran
serta tanggung jawab dalam mewujudkan masyarakat madani.
Dalam hal ini, dapat disimpulkan bahwa medsos dapat berfungsi sebagai penguat persatuan manakala masyarakatnya bijak menggunakannya. Sebagai generasi milenial yang merupakan bagian dari masyarakat harus bisa menjadi kontrol dan filter informasi yang beredar. Bila ada oknum yang menebar konten/informasi berbahaya di medsos, harus segera dilaporkan. Pada akhirnya, perlu adanya sinergi antara pemerintah serta masyarakat dalam menjaga serta merawat persatuan dalam negeri ini.
*Tulisan tersebut telah dipublikasikan oleh Tribun Sumsel
Ditulis oleh Efriyands
Rating Blog 5 dari 5


0 komentar:
Posting Komentar