Milad HMI Ke-75; “Harmoni Umat, Untuk Kemajuan Bangsa”

Posted by Efriyands Kamis, 27 Juni 2024 0 komentar

 



Milad HMI Ke-75; “Harmoni Umat, Untuk Kemajuan Bangsa”

Oleh Efriyandi

Pengurus Badko HMI Sumbagsel 2021-2023, Founder Ruang Kosong.

 

Langkah perjuangan Lafran Pane mendirikan perkumpulan untuk menampung aspirasi umat islam khususnya kalangan mahasiswa di perguruan tinggi saat itutidaklahseperti membalikkan telapak tangan, penuh lika-liku dinamika sosial-politik-budaya yang dilewatinya, organisasi itu bernama Himpunan Mahasiswa Islam, disingkat HMI (Pasal 1 AD HMI) pada tanggal 5 februari 1947, dengan berasaskan islam (pasal 3 AD HMI). Sejak awal pediriannya, HMI meletakkan dasar perjuangannya yang dikenal dengan 2 (dua) komitment asasi yakni: komitment keindonesiaan dan komitment keislaman. Para kader HMI mengesampingkan tugas kuliah berkorban keringat darah ikut serta berjuang mempertahankan keutuhan negara kesatuan Republik Indonesia dari kolonialisme dan mempertinggi derajat bangsa dimata dunia. Serta berupaya menjadi vaksin penghancur virus komunisme, islam konservatif yang mewabah khususnya dikalangan mahasiswa islam, virus berbahayayang bertentangan dengan nilai-nilai ajaran islam.

Tokoh pemrakasa berdirinya HMI, Lafran Pane melalui suatu wadah organisasi yang dibentuknya bersama beberapa teman kampusnya sampai hari ini telah melahirkan ribuan kader/alumni yang berkiprah dengan latar belakang pengabdiannya masing-masing telah menjadi tokoh pemimpin untuk kemajuan umat, bangsa dan negara. Tentu mereka telah melewati rangkaian proses perkaderan dan berhadapan dengan berbagai problematika kehidupan organisasi dimasanya. Sebut saja Ridwan Saidi yang akrab dikenal babe (budayawan), Nurcholis Madjid (cendikiawan), Sakib Mahmud (cendikiawan), Akbar Tandjung (politisi), Jusuf Kalla (pengusaha dan politisi), Munir (pejuang HAM),  Dr. Sulastomo (penegak pers), Jimly Ashidiqie (penegak konstitusi), dan tokoh lainnya.

Sebagai organisasi kader (pasal 9 AD HMI), HMI berfungsi sebagai kawah candradimuka dalam membentuk generasi insan cita melalui proses perkaderan sebagai wadah pengemblengan individu-kader untuk menjadi pribadi berkualitas-bertauhid agar terwujudnya masyarakat cita sebagai harapannya. Kesadaran HMI bahwa perkaderan merupakan elan vital bagi kemajuan suatu peradaban di masa yang akan datang, sertaperkaderan yang berkualitas akan melahirkan output kader yang berkualitas pula agar melahirkan penerus estafet perjuangan cita-cita umat-bangsa. Adalah suatu kemustahilan akan terwujudnya transformasi masyarakat cita, tanpa melalui proses menempah diri secara sadar sebagai seorang kader umat dan bangsa untuk mencapai insan yang bernafaskan islam dan bertanggung jawab atas terwujudnya masyarakat adil makmur yang di-ridhoi Allah Subhanahu Wa Ta’ala.

Idealisme masyarakat cita yang akan diwujudkan haruslah berimbang dengan iringan semangat api perjuangan yang membara tak pernah redup dalam mewujudkannya, sebagaimana kegigihan para pendahulu dalam melewati segala terpaan badai rintang dalam melangkah. Apalah artinya perjuangan tanpa arah serta teguh berdiri tegak dijalan kebenaran, adalah kemunduran atau bahkan kehancuran yang membawa malapetaka ujungnya tanpa keberpihakan kepada kaum tertindas (mustadh’afin) dan menghancurkan segala bentuk penindasan (mustakfirin). Oleh karena itu, melalui momentum milad HMI yang ke 75 tahun pada 5 februari 2022 ini kita berupaya untuk merekonstruksi kembali persatuan yang berserakan, meneguhkan jalan kebenaran (cahaya tauhid), dan melangkah untuk kemajuan umat, bangsa dan negara (khittah perjuangan). Semata-mata hanya untuk menggapai ridho Allah subhanahu wa ta’alaa.

Kesadaran kader HMI bahwa dunia merupakan ladang pengabdian (abdi) kepada Allah menjadi bekal setiap gerak langkah individu maupun organisasi berorientasikan hanya kepada-Nya semata dalam berkehidupan.Kehidupan masyarakat selalu diwarnai peranan generasi muda, untuk itu generasi penerus haruslah dipersiapkan dengan matang agar mampu memberikan perubahan kearah yang lebih baik di masa yang akan datang. Sebagai organisasi mahasiswa (pasal 6 AD HMI) notabenenya juga sebagai pemuda, HMI bersifat responsif terhahap arus perubahan yang kian terus melesat dinamis dengan ditandai pesatnya perkembangan teknologi dan ilmu pengetahuan yang dapat mempengaruhi berbagai aspek kehidupan masyarakat-organisasi. Melalui proses perkaderan generasi pemuda (kader) digembleng-tempah, mengkontruksi-internalisasi fondasi tauhid yang kuat dan melekat dalam diri kadermenjadi tameng diri dalam menghadapi arus perubahan zaman tersebut.Hymne HMI, “turut al-qur’an dan hadist, jalan keselamatan…” bukan hanya sekadar dinyanyikan dalam acara-acara formal-nonformal, namun lebih dari itu yakni nafas kehidupan.

Anggaran dasar HMI, salah satunya melakukan usahanya untuk membina pribadi muslim agar mencapai akhlakul kharimah diinterpretasikan dengan membentuk suatu badan yang fokus dalam menjalankan pembinaan terhadap kader secara terorganisir, sistematis dan terukur sebagai bagian dari usaha untuk menopang pembangunan nasional. Orientasi perkaderan tidaklah hanya membentuk individu kader yang hanya berkualitas, namun juga bertauhid. Artinya dimanapun latar pengabdian mereka bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara aliran nafas HMI harus senantiasa mengalir memberikan pengaruh positif bagi kehidupan masyarakat kelak. Bukan menjadi bagian dari penghancur pilar-pilar kemajuan berbangsa dan bernegara demi memenuhi kebutuhan naluri nafsu syahwat belaka.Sisi lain, realitas masyarakat modernberkehidupan gelap-gulita, kebodohan dan hawa nafsu memperbudak manusia adalah bentuk penindasan yang harus kita lawan,itulah tugas amanah yang diemban oleh seorang kader HMIsebagai manusia (khalifah) dimuka bumi.

Atas dasar kesadaran itu, membina diri-kader haruslah kita perjuangkan dengan semangat kegigihan bagaikan kobaran api yang membara dalam dadanyaseorang mujtahid memperjuangkan kebenaran,Tujuan HMI yang tertuang dalam pasal 4 ADmerupakan tugas kemuliaan (pegabdian) untuk mewujudkan Generasi insan cahaya,yakni generasi yang berkualitasdengan fondasi tauhid yang kuatdan mampu menjadi simbol kemajuan untuk kemaslahatan,membangun keharmonisan umat, bangsa dan negara.

Pemahaman aplikatif  kader terdahap sumber nilai yang terkandung dalam al-qur’an dan hadits sebagai jalan keselamatan, bagaikan pakaian indah yang melekatpada diri kader. Aliran nafas islam senantiasa menghembuskan arus positif pada pola pikir, pola tindak, dan pola laku setiap kader dalam rangkapegabdian kepada Allah. Menjadikan sumber ilmu (al-qur’an dan hadits) sebagai kacamata dalam melihat realitas kehidupan melalui islam. Dengan demikian, kehadiran HMI menjadi harmoni ditengah kehidupan umat, berbangsa, dan bernegara memancarkan cahaya keindahan yang menerangi sisi gelap kehidupan dunia. Semoga Allah meridhoi segenap cita dan harapan. Bahagia HMI.


*Tulisan Tersebut Telah Dipublikasikan Oleh HistoriaHMI




Baca Selengkapnya ....

Generasi Milenial dan Upaya Merawat Persatuan Melalui Medsos

Posted by Efriyands Rabu, 26 Juni 2024 0 komentar

Generasi Milenial dan Upaya Merawat Persatuan Melalui Medsos

 Oleh Efriyandi

Komunitas Ruang Kosong, Pemerhati Sosial

Generasi milenial merupakan generasi pemuda di era globalisasi mereka hidup pada perkembangan teknologi dan informasi yang begitu cepat. Sebagai kaum pemuda, generasi milenial merupakan asset bangsa yang sangat berharga dalam menjaga persatuan dalam perdamaian suatu bangsa. Mereka menjadi harapan dan tumpuan para generasi terdahulu dalam kemajuan untuk membangun peradaban yang lebih baik di masa yang akan datang.

Generasi milenial menjadi sangat sering di perbincangkan belakang ini, karena mereka yang disebut generasi y ini berbeda dengan yang sebelumnya. Generasi milineal, menurut Time Magazine merupakan generasi kelahiran 1980-2000 (Yoris Sebastian, 2016), berarti saat ini milenial berusia 17 hingga 37 tahun. Menurut Bappenas (2015) milenial di indonesia adalah 84 juta orang, sementara jumlah penduduk mencapai 255 juta penduduk. Artinya berdasarkan data tersebut 33% jumlah penduduk Indonesia adalah milenial.

Era globalisasi, kehadirannya menimbulkan berbagai dampak yang cukup signifikan bagi masyarakat dunia khususnya indonesia. Salah satu dampaknya yaitu memberikan kemudahan dalam berkomunikasi dan memperoleh informasi di tengah masyarakat. Seperti, Media Sosial (medsos) yang merupakan produk yang dihasilkan oleh kemajuan teknologi informasi dan komunikasi (TIK). Generasi milenial yang lahir di era digital, sangatlah akrab dengan smartphone dan media sosial yang sudah menjadi bagian dari keseharian mereka.

Dalam laporan Tetra Pak Index (2017) mengungkap bahwa ada sekitar 132 juta pengguna internet di Indonesia dan ada lebih dari 106 juta orang Indonesia menggunakan media sosial tiap bulannya. Di mana 85% di antaranya mengakses sosial media melalui perangkat seluler. Dalam hal ini, Gabrielle Angriani mengungkapkan bahwa pengguna internet di Indonesia didominasi oleh generasi millennial dan generasi Z. Berdasarkan hasil riset Alvara Research Center (2016) bahwa generasi milenial Indonesia menghabiskan waktu lebih dari 7 jam sehari untuk berselancar di sosial media dan internet. Ini menunjukkan rata-rata Konsumsi internet mereka sangat tinggi. Dibandingkan dengan generasi X yang mengakses internet rata-rata 3-4 jam sehari. 

Kehadiran medsos memang telah menjelma menjadi kekuatan luar biasa dalam hubungan antarsesama manusia. Dengan hadirnya medsos generasi ini tidak perlu betatap muka secara langsung dengan yang lain untuk berkomunikasi. Bahkan, kini telah hadir fitur video call pada hampir setiap jenis medsos. Pendek kata, medsos mampu menembus sekat – sekat batas geografis dari berbagai belahan dunia manapun asalkan ada jaringan sinya dan akses internet yang memadai. Medsos pun mempunyai potensi  super cepat dalam memproduksi dan desiminasi informasinya. Bahkan, hanya satu kali klik, secepat kilat informasi medsos mampu menjalar hingga ke seluruh belahan dunia ini.

Dengan keunggulan demikian generasi milenial yang akrab dengan medsos seharusnya menjadikan medsos sebagai peranan untuk menjaga persatuan dan kesatuan bangsa ini dalam bingkai perdamaian sekaligus menjaga dan merawatnya. Meskipun demikian, ibaratkan dua sisi koin logam medsos kadangkala dapat berpotensi sebagai perusak tatanan persatuan bangsa yang sudah lama berdiri, karena ulah seorang oknum tertentu dalam menyebarkan informasi negatif di media sosial.

Tumpah ruahnya informasi hoax atau berita bohong yang menyebar di medsos, bisa membuat pengguna medsos terprovokasi khususnya para generasi milenial. Belum lagi, hasutan, fitnah, adu domba dan ujaran kebencian sangat mengancam bagi keselamatan persatuan dan perdamaian yang sudah berdiri kokoh. Bahkan, konten – konten medsos seperti ini yang menyebabkan disharmini sosial di negeri ini.   

Oleh karena itu, sebagai pemuda (generasi milenial)  sudah saatnya menjadikan medsos sebagai sarana untuk menjalin rasa persatuan (persaudaraan) bukan malah merusaknya. Caranya ialah memanfaatkan medsos sebagai sarana untuk menjaga persatuan dan kesatuan di negeri ini, serta menggunakan medsos secara bijak. Konten-konten medsos yang berkaitan dengan berita hoax, ujaran kebencian dan adu domba haruslah dihindari. Sebagai generasi milenial yang aktif berselancar di media sosial dan internet harus bisa memilah serta memilih informasi yang benar.

Dalam penggunaan medsos, generasi milenial harus membuat dan menyebarkan konten-konten yang bermuatan nilai positif tanpa melanggar ketenuan agama dan ketentuan peraturan perundang-undangan dan pemerintah juga perlu meningkatkan upaya mengedukasi generasi milenial untuk membangun literasi penggunaan medsos dan membangun kesadaran serta tanggung jawab dalam mewujudkan masyarakat madani.   

Dalam hal ini, dapat disimpulkan bahwa medsos dapat berfungsi sebagai penguat persatuan manakala masyarakatnya bijak menggunakannya. Sebagai generasi milenial yang merupakan bagian dari masyarakat harus bisa menjadi kontrol dan filter informasi yang beredar. Bila ada oknum yang menebar konten/informasi berbahaya di medsos, harus segera dilaporkan. Pada akhirnya, perlu adanya sinergi antara pemerintah serta masyarakat dalam menjaga serta merawat persatuan dalam negeri ini.


*Tulisan tersebut telah dipublikasikan oleh Tribun Sumsel 






Baca Selengkapnya ....
Trik SEO Terbaru support Online Shop Baju Wanita - Original design by Bamz | Copyright of efriyand's blogs.