Kisah Bunga Di pinggir jalan

Posted by Efriyands Minggu, 13 Maret 2016 0 komentar
Kisah Bunga Di pinggir jalan
Oleh Efriyandi


Bunga indah di pinggir jalan
Dia menari dan gembira ria, tetapi
Debu-debu jalanan menyapu keindahannya
Dia bersedih dan merintihkan air mata
Bunga indah nan elok itu
Berdiri tegar melawan derita
Berharap pangeran datang
Bersihkan debu-debu jalanan
Halilintarpun menyambar membawa
Ribuan anak panah menusuk alam
Yang membersihkan debu jalanan
Yang menghapuskan debu jalanan
Bergembiralah bunga itu
Bermekarlah gaunnya itu

Tanpa debu debu jalanan.

Baca Selengkapnya ....

PUISI "BERDO’A TANPA HENTI"

Posted by Efriyands 0 komentar
BERDO’A TANPA HENTI
22 desember 2014 Oleh Efriyandi

Kata indah lantunan sebuah do'a
sebuah do'a yang setiap saat di panjatkan nya
tidak ada suatu kata pun yang tak bermakna
terucap dalam hati yang keluar dari lisannya
            rambutnya hitam terurai indah mengkilau warnanya
manis senyumnya seperti manisnya lebah madu
tentram hati dan menjadi sejuk akibat senyumnya
lesung di pipinya membuat damai pangeran hatinya
lantunan sebuah do'a tiada henti
darinya lisan dalam hati
agar kelak sang pangeran menjadi orang berbakti
seraya menanti kedatangan pangerannya
yang jauh di sembarang sana
hanya do'a yang keluar dalam lisan hatinya
untuk pangeran buah hatinya
siapa yang pelantun do'a, dalam lisan hatinya?

dialah ibunda tercintaku..

Baca Selengkapnya ....

PUISI "AMARAH IBU PERTIWI"

Posted by Efriyands 0 komentar
AMARAH IBU PERTIWI
Oleh Efriyandi
Dibumi ibu pertiwi
semakin lama kau semakin tua
hidupmu mulai renta
            jika kau marah maka bencana tiba
            air matamu tidak dapat di bendung
            engkau menangis alampun menjerit
bumi ibu pertiwi
hancurkanlah sang jiwa perusak alam

kerinduan ini menginginkan keindahan dahalu..

Baca Selengkapnya ....

BAHAYA PENYAKIT HATI

Posted by Efriyands Jumat, 11 Maret 2016 0 komentar
BAHAYA PENYAKIT HATI
Oleh Efriyandi
Mahasiswa UIN Raden Fatah Palembang


Sifat manusia salah satunya yang berbahaya diantara penyakit – penyakit hati yang dimiliki oleh seseorang adalah sifat merasa paling benar, sifat egois, sifat yang tidak mau kalah, sifat yang merasa paling hebat diantara orang lain, sifat yang merasa bahwa dirinya selalu benar. Sifat seperti ini biasanya, orang yang memiliki posisi lebih dari orang yang lain yang memimpin dalam skala apapun.
Sifat ini yang dinamakan dengan sifat otoriter, yang mana yang tidak mau mengalah, orang yang merasa paling benar sendiri, orang yang memiliki sifat otoriter ini selalu ingin semuanya orang harus patuh kepadanya, orang yang selalu ingin dihargai oleh orang lain, orang yang selalu ingin menguasai segalanya, yang segalanya harus dalam kuasanya, ujungnya adalah kejatuhan dan kehinaan.
Orang yang memiliki sifat otoriter biasanya memiliki perpsektif tersendiri dalam menilai suatu kejadian dengan sesuka hatinya. Dia selalu memandang lebih dirinya dan selalu memandang keburukan, kejelakan orang lain tanpa berkaca pada dirinya sendiri. Akibatnya apapun yang dilakukan oleh orang lain selalu salah, karena tidak sesui dengan keinginannya.
Salah satu sikap arogansi pemimpin adalah menginginkan orang lain harus setuju dengan keputusannya, harus setuju dengan kebijakannya dan harus setuju dengan cara berpikirnya. Pemimpin seperti ini alergi dalam menerima ide, saran atau masukan dari anak buahnya.
Liew Kee Sin, CEO SP Setia, perusahaan properti asal Malaysia menegaskan, "Kesalahan banyak orang adalah mempekerjakan terlalu banyak 'yes man'." Lebih suka mempekerjakan karyawan dengan mentalitas  “asal bapak senang”. Kata kunci yang harus dipegang, kata Kee Sin, "Saya memiliki tim yang kuat yang mendukung bisnis saya". Staf seharusnya juga berani untuk bisa mengatakan: "Pak, Anda salah. Keputusan ini akan berdampak negatif." Karena seorang pemimpin bukan seorang "superman" yang tahu segala-galanya.
Dimanapun, seorang pemimpin dalam skala apapun pemimpin yang bertipe otoriter, pastilah akan membuat bawahannya tidak menyukainya dan merasa tertekan. Dalam hal ini dapat diamati saat pimpinannya datang ke ruang kerja karyawannya, yang akan terjadi semua karyawannya merasa tegang, gugup, merasa takut dengan apa yang telah dilakukannya, karena memiliki pimpinan yang bersifat otoriter yang dilihatnya hanya kesalahan – kesalahan karyawannya saja tanpa melihat ada kebenaran dibaliknya. Selalu menyalakan orang lain, jarang memuji ataupun menghargai, dan jarang menyapa karyawan dengan baik. Pada akhirnya karyawan disiplinnya menjadi disiplin takut atau disiplin semu, padahal sebenarnya karyawan merasa tertekan, sakit hati, dan bahkan benci ke pimpinan yang memiliki sifat otoriter.
            Oleh sebab itu, hati-hatilah bagi para pemimpin yang otoriter, dan bersiap-siaplah menjadi orang yang tidak disukai karena saking banyaknya orang yang merasa teraniaya oleh pimpinannya. Orang otoriter itu marahnya saja biasanya dilakukan di sembarang tempat, asal dia ketemu dengan yang dimarahinya, marahnya akan meledak-ledak. Padahal kemarahan seperti itu justru akan mempermalukan si pemarah itu sendiri karena orang yang melihatnya akan mengeluarkan penilaian yang negatif kepada dia. Seringkali mengeluarkan kata-kata kasar, yang dimarahi bukannya malah nurut atau bukannya malah simpati, yang terjadi justru orang itu akan mengeluarkan penilaiannya sendiri. Walaupun nampak seperti nunduk atau manggut-manggut, tapi hati tidak pernah bisa dibohongi, tidak pernah bisa dibeli dengan kemarahan. Yang ada justru orang itu akan menjadi sakit hati, dongkol dan merendahkan orang yang marah walaupun mungkin pada saat itu ia tidak berani mengekspresikannya.
Perlu diwaspadai bahwa biasanya pemimpin yang otoriter akan membuahkan pula bibit–bibit anak didik yang otoriter. Seperti guru yang otoriter, akan menghasilkan anak-anak didik yang otoriter pula, bahkan nakal. Guru yang otoriter di kelas, diantara sifat-sifatnya adalah maunya menang sendiri, kata-katanya tajam, dan suka mempermalukan. Kelakuan ini sebenarnya akan jadi bumerang bagi guru itu sendiri, seperti tidak disukai pelajarannya, tidak disenangi perangainya, dan tentu saja ini suatu hal yang kontra produktif. Apalagi perilaku-perilaku seperti ini sangat bertentangan dengan sikap-sikap yang dituntunkan Rasulullah SAW yang ternyata memiliki pribadi yang sangat indah, santun, dan berakhlak mulia. Orang yang memiliki akhlak yang baik pastilah ia akan memiliki banyak teman yang membawa kedamaian, ketentraman, dan easy going. Sedangkan orang yang memiliki sikap otoriter sulit mendapatkan teman justru banyak yang menjauh darinya.
Sikap arogan dapat menutup mata hati dalam menerima yang haq. Kesombongan menjadikan manusia ingkar terhadap kebenaran, walau berasal dari penciptanya sekalipun, hingga Allah mengunci mati hati mereka. Bila benih arogansi tidak secepatnya kita hapuskan, yakinlah keangkuhan akan semakin tumbuh subur dalam hati. Cahaya kebenaran akan semakin memudar, buram, dan untuk selanjutnya tak setitikpun cahaya dapat memasuki hati manusia yang selalu memupuk kepongahannya. Imbas dari keangkuhan itu akan sangat luas, baik terhadap kehidupan pribadi ataupun kemasyarakatan, dan tentunya terhadap hubungan kita dengan Allah, seperti terungkap dalam al-qur’an surat Luqman ayat ke-18 yang artinya dan janganlah kamu memalingkan mukamu dari manusia (karena sombong) dan janganlah kamu berjalan di muka bumi dengan angkuh. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang sombong lagi membanggakan diri.” Betapa besar kebencian Allah pada orang-orang yang angkuh, sehingga Allah menjanjikan kepada mereka neraka jahannam sebagai tempat kembalinya.

            

Baca Selengkapnya ....
Trik SEO Terbaru support Online Shop Baju Wanita - Original design by Bamz | Copyright of efriyand's blogs.