BAHAYA PENYAKIT HATI
Jumat, 11 Maret 2016
0
komentar
BAHAYA
PENYAKIT HATI
Oleh Efriyandi
Mahasiswa UIN
Raden Fatah Palembang
Sifat manusia
salah satunya yang berbahaya diantara penyakit – penyakit hati yang dimiliki
oleh seseorang adalah sifat merasa paling benar, sifat egois, sifat yang tidak
mau kalah, sifat yang merasa paling hebat diantara orang lain, sifat yang
merasa bahwa dirinya selalu benar. Sifat seperti ini biasanya, orang yang
memiliki posisi lebih dari orang yang lain yang memimpin dalam skala apapun.
Sifat ini yang
dinamakan dengan sifat otoriter, yang mana yang tidak mau mengalah, orang yang
merasa paling benar sendiri, orang yang memiliki sifat otoriter ini selalu
ingin semuanya orang harus patuh kepadanya, orang yang selalu ingin dihargai
oleh orang lain, orang yang selalu ingin menguasai segalanya, yang segalanya
harus dalam kuasanya, ujungnya adalah kejatuhan dan kehinaan.
Orang yang
memiliki sifat otoriter biasanya memiliki perpsektif tersendiri dalam menilai
suatu kejadian dengan sesuka hatinya. Dia selalu memandang lebih dirinya dan
selalu memandang keburukan, kejelakan orang lain tanpa berkaca pada dirinya
sendiri. Akibatnya apapun yang dilakukan oleh orang lain selalu salah, karena
tidak sesui dengan keinginannya.
Salah
satu sikap arogansi pemimpin adalah menginginkan orang lain harus setuju dengan
keputusannya, harus setuju dengan kebijakannya dan harus setuju dengan cara
berpikirnya. Pemimpin seperti ini alergi dalam menerima ide, saran atau masukan
dari anak buahnya.
Liew Kee Sin, CEO SP Setia, perusahaan properti asal Malaysia menegaskan, "Kesalahan banyak orang adalah mempekerjakan terlalu banyak 'yes man'." Lebih suka mempekerjakan karyawan dengan mentalitas “asal bapak senang”. Kata kunci yang harus dipegang, kata Kee Sin, "Saya memiliki tim yang kuat yang mendukung bisnis saya". Staf seharusnya juga berani untuk bisa mengatakan: "Pak, Anda salah. Keputusan ini akan berdampak negatif." Karena seorang pemimpin bukan seorang "superman" yang tahu segala-galanya.
Liew Kee Sin, CEO SP Setia, perusahaan properti asal Malaysia menegaskan, "Kesalahan banyak orang adalah mempekerjakan terlalu banyak 'yes man'." Lebih suka mempekerjakan karyawan dengan mentalitas “asal bapak senang”. Kata kunci yang harus dipegang, kata Kee Sin, "Saya memiliki tim yang kuat yang mendukung bisnis saya". Staf seharusnya juga berani untuk bisa mengatakan: "Pak, Anda salah. Keputusan ini akan berdampak negatif." Karena seorang pemimpin bukan seorang "superman" yang tahu segala-galanya.
Dimanapun, seorang
pemimpin dalam skala apapun pemimpin yang bertipe otoriter, pastilah akan
membuat bawahannya tidak menyukainya dan merasa tertekan. Dalam hal ini dapat
diamati saat pimpinannya datang ke ruang kerja karyawannya, yang akan terjadi
semua karyawannya merasa tegang, gugup, merasa takut dengan apa yang telah
dilakukannya, karena memiliki pimpinan yang bersifat otoriter yang dilihatnya
hanya kesalahan – kesalahan karyawannya saja tanpa melihat ada kebenaran
dibaliknya. Selalu menyalakan orang lain, jarang memuji ataupun menghargai, dan
jarang menyapa karyawan dengan baik. Pada akhirnya karyawan disiplinnya menjadi
disiplin takut atau disiplin semu, padahal sebenarnya karyawan merasa tertekan,
sakit hati, dan bahkan benci ke pimpinan yang memiliki sifat otoriter.
Oleh sebab itu, hati-hatilah bagi
para pemimpin yang otoriter, dan bersiap-siaplah menjadi orang yang tidak
disukai karena saking banyaknya orang yang merasa teraniaya oleh pimpinannya. Orang
otoriter itu marahnya saja biasanya dilakukan di sembarang tempat, asal dia
ketemu dengan yang dimarahinya, marahnya akan meledak-ledak. Padahal kemarahan
seperti itu justru akan mempermalukan si pemarah itu sendiri karena orang yang
melihatnya akan mengeluarkan penilaian yang negatif kepada dia. Seringkali
mengeluarkan kata-kata kasar, yang dimarahi bukannya malah nurut atau bukannya
malah simpati, yang terjadi justru orang itu akan mengeluarkan penilaiannya
sendiri. Walaupun nampak seperti nunduk atau manggut-manggut, tapi hati tidak
pernah bisa dibohongi, tidak pernah bisa dibeli dengan kemarahan. Yang ada
justru orang itu akan menjadi sakit hati, dongkol dan merendahkan orang yang
marah walaupun mungkin pada saat itu ia tidak berani mengekspresikannya.
Perlu
diwaspadai bahwa biasanya pemimpin yang otoriter akan membuahkan pula
bibit–bibit anak didik yang otoriter. Seperti guru yang otoriter, akan
menghasilkan anak-anak didik yang otoriter pula, bahkan nakal. Guru yang
otoriter di kelas, diantara sifat-sifatnya adalah maunya menang sendiri,
kata-katanya tajam, dan suka mempermalukan. Kelakuan ini sebenarnya akan jadi
bumerang bagi guru itu sendiri, seperti tidak disukai pelajarannya, tidak
disenangi perangainya, dan tentu saja ini suatu hal yang kontra produktif.
Apalagi perilaku-perilaku seperti ini sangat bertentangan dengan sikap-sikap
yang dituntunkan Rasulullah SAW yang ternyata memiliki pribadi yang sangat
indah, santun, dan berakhlak mulia. Orang yang memiliki akhlak yang baik
pastilah ia akan memiliki banyak teman yang membawa kedamaian, ketentraman, dan
easy going. Sedangkan orang yang memiliki sikap otoriter sulit
mendapatkan teman justru banyak yang menjauh darinya.
Sikap arogan
dapat menutup mata hati dalam menerima yang haq. Kesombongan menjadikan manusia
ingkar terhadap kebenaran, walau berasal dari penciptanya sekalipun, hingga
Allah mengunci mati hati mereka. Bila benih arogansi tidak secepatnya kita
hapuskan, yakinlah keangkuhan akan semakin tumbuh subur dalam hati. Cahaya
kebenaran akan semakin memudar, buram, dan untuk selanjutnya tak setitikpun
cahaya dapat memasuki hati manusia yang selalu memupuk kepongahannya. Imbas
dari keangkuhan itu akan sangat luas, baik terhadap kehidupan pribadi ataupun
kemasyarakatan, dan tentunya terhadap hubungan kita dengan Allah, seperti
terungkap dalam al-qur’an surat Luqman ayat ke-18 yang artinya “dan janganlah
kamu memalingkan mukamu dari manusia (karena sombong) dan janganlah kamu
berjalan di muka bumi dengan angkuh. Sesungguhnya Allah tidak menyukai
orang-orang yang sombong lagi membanggakan diri.” Betapa besar kebencian Allah pada
orang-orang yang angkuh, sehingga Allah menjanjikan kepada mereka neraka
jahannam sebagai tempat kembalinya.
TERIMA KASIH ATAS KUNJUNGAN SAUDARA
Judul: BAHAYA PENYAKIT HATI
Ditulis oleh Efriyands
Rating Blog 5 dari 5
Semoga artikel ini bermanfaat bagi saudara. Jika ingin mengutip, baik itu sebagian atau keseluruhan dari isi artikel ini harap menyertakan link dofollow ke https://eefyu-myblog.blogspot.com/2016/03/bahayapenyakit-hati-oleh-efriyandi.html. Terima kasih sudah singgah membaca artikel ini.Ditulis oleh Efriyands
Rating Blog 5 dari 5

0 komentar:
Posting Komentar